[REVIEW] Bolt IVO V5

ivo-v5-review-1
Anda pasti sudah tak asing lagi dengan yang namanya Bolt. Yup, Bolt yang kami maksud adalah penyedia jaringan 4G LTE pertama di Indonesia. Hingga Agustus lalu, mereka mengklaim telah memiliki 650.000 pengguna yang terdaftar.
Untuk BTS sendiri, perusahaan milik PT Internux ini kini telah memiliki sekitar 2.200 BTS yang tersebar di Jabodetabek. Kedepannya, mereka bahkan telah memiliki rencana untuk menambah 1.400 BTS lagi di Jabodetabek.
Rencana tersebut merupakan bagian dari mimpi besar mereka di tahun 2014 ini: memiliki 1,5 juta pengguna di Jabodetabek. Sehubungan dengan rencana tersebut, Bolt juga telah memperkenalkan dua buah smartphone yang diberi nama Bolt Powerphone. Dua seri tersebut adalah ZTE V9820 dan IVO V5.

Kebetulan, kami telah mencoba keduanya beberapa waktu lalu. Namun, dalam artikel ini kami akan menyuguhkan review salah satu smartphone mereka yakni IVO V5.

Merek asli Indonesia

Sebelumnya, Anda pasti merasa penasaran. IVO? Smartphone dari mana itu? Ya, kami pun dilingkupi rasa penasaran yang sama dengan Anda. Hal itu membuat kami googling tentang smartphone yang katanya merek asli Indonesia tersebut.
Rasa penasaran tersebut akhirnya terbayarkan setelah melihat sebuah artikel dari batampos.co.id. Dari sana akhirnya jelas bahwa IVO merupakan merek asli Indonesia. Bahkan mereka juga telah memiliki pabrik di Batam.
IVO V5 sendiri merupakan smartphone yang dirakit secara penuh (Complete Knocked Down/CKD) oleh PT Sat Nusapersadana Tbk yang berlokasi di Pelita, Lubukbaja, Batam. Sedangkan desainnya sendiri dilakukan oleh PT Tata Sarana Mandiri.
Launch-Pabrik-IVO-Batampos
Sumber: batampos.co.id
Sebagai informasi, selain dibantu PT Tata Sarana Mandiri, PT Sat Nusaperdana Tbk yang membidani lahirnya IVO V5 juga dibantu oleh Kementrian Perindustrian (Kemenperin), Kementrian Perdagangan (Kemendag), Kementrian Keuangan (Kemenkeu), Kementrian Koordinator Ekonomi (Kemenko Ekonomi), Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo), dan BP Batam. Bantuan dari pemerintah ini tentu dimaksudkan untuk menyinergikan kebijakan dari masing-masing kementrian yang kadang saling tumpang tindih.
Abidin, Presiden Direktur PT Sat Nusaperdana Tbk mengungkapkan rasa bangganya saat perkenalan IVO, Juli silam. Dirangkum dari batampos.co.id, ia mengatakan bahwa IVO adalah salah satu bentuk nasionalisme.

Ini salah satu bentuk nasionalisme bahwa kita menciptakan lapangan kerja untuk bangsa kita. Kita juga mendukung program pemerintah untuk menggenjot industri dalam negeri dan menekan impor.

Nyaman digenggam, tetapi..

Kembali ke smartphone-nya sendiri, IVO V5 dibuat dengan bentuk candy bar dan disajikan dengan penutup belakang yang dapat dibuka-tutup. Unit review yang kami dapatkan berwarna hitam dengan aksen berwarna orange. Meskipun begitu, IVO menyediakan warna lain selain hitam, yaitu putih.
ivo-v5-review-2
Tampilan belakang IVO V5.
Dengan bentuk dan warna yang ciamik, V5 memiliki ukuran 144 x 73 x 8,9 mm dan berbobot kurang lebih 200 gram. Pada bagian depan, Anda akan melihat sebuah speaker, tiga buah tombol kapasitif (menu, home, dan back), dan kamera depan 2 megapiksel, serta layar yang membentang seluas 5 inci dengan resolusi 960 x 540 piksel alias qHD.
Pada bagian belakang V5 terdapat sebuah logo Bolt yang diletakkan di bagian bawah. Tulisannya? “Works with Bolt”. Selain itu, terdapat pula tulisan merek IVO yang ditempelkan persis setelah kamera utamanya yang memiliki resolusi 8 megapiksel.
IVO tak meletakkan tombol apapun di sisi kiri smartphone ini. Sebagai gantinya, mereka menjejalinya dengan dua buah tombol (unlock/power dan volume) di sisi kanan. Untuk pengisian daya, terdapat slot micro USB di sisi bawah.
ivo-v5-review-3
Tombol volume dan unlock/power (atas) dan slot micro USB (bawah).
Kami sebenarnya merasa nyaman ketika menggenggam IVO V5, sayangnya seluruh body IVO V5 dibuat dengan dengan material polycarbonate yang dilapisi dengan lapisan glossy. Menurut kami, hal tersebut sedikit mengurangi kenyamanan saat menggenggam V5. Mengapa? Karena penggunaan lapisan tersebut membuat V5 terasa sedikit licin. Apalagi ketika tangan kita sedikit kotor atau basah.
Oh ya, satu lagi kekurangan penggunaan material tersebut: meninggalkan bekas sidik jari. Cukup mengganggu. Apalagi jika Anda adalah orang yang amat peduli dengan kebersihan barang pribadi.

Hardware dan performa

Lupakan sejenak masalah material yang digunakan IVO V5. Kini, mari beranjak untuk membicarakan hal terpenting dari sebuah smartphone: spesifikasi.
  • Prosesor Qualcomm Snapdragon 400, Quad Core 1,2GHz
  • Chipset Adreno 305
  • OS Android KitKat 4.4.2
  • RAM 1GB, ROM 8GB, eksternal (micro SD) hingga 32 GB
  • Layar 5 inci, resolusi 960×540 piksel (qHD)
  • Kamera utama 8 megapiksel
  • Kamera depan 2 megapiksel
  • Baterai 2.300mAh
ivo-v5-review-screenshot-1
Melihat spesifikasi yang dimiliki IVO V5, bagaimana tanggapan Anda? Apakah menarik? Atau Anda hanya akan berkata biasa saja? Baiklah, bagi kami spesifikasi milik IVO V5 hanya dapat dikatakan standar. Bahkan amat standar. Sebenarnya cukup wajar dengan spesifikasi yang dimiliki V5. Karena dengan banderol sebesar Rp 2,1 jutaan, apa yang bisa Anda harapkan dari segi spesifikasi?
Meskipun begitu, V5 cukup kuat untuk memainkan game-game sepertiFIFA 14 dan Injustice: Gods Among Us. Namun, kami tak merekomendasikan Anda untuk memainkan game tadi di V5. Selain membutuhkan kinerja grafis yang kuat – yang tak akan terpenuhi dengan sokongan Adreno 305 dan RAM 1 GB di V5, smartphone ini juga akan terasa panas nantinya jika dipaksakan. Bahkan ada kalanya bermain Despicable Me dan Subway Surfers saja terasa laggy.
Kami sempat menguji V5 dengan aplikasi Antutu Benchmark. Hasilnya? Sayangnya tak terlalu baik. Dari pengujian yang kami lakukan, IVO V5 hanya berhasil menembus angka 17.951. Tak terlalu hebat memang. Dengan nilai itu, V5 bahkan tak dapat mengalahkan LG Nexus 4 dan Lenovo K900 yang notabene telah dirilis sekitar satu dan dua tahun lalu.
ivo-v5-review-screenshot-2
Yang patut diperhatikan, dengan penggunaan Snapdragon 400 seharusnya IVO V5 bisa mendapatkan angka yang lebih baik. Kami sebelumnya telah melakukan pengujian pada dua smartphone yang juga menggunakan Snapdragon 400, yakni Moto G dan Xiaomi Redmi 1s. Redmi 1s saat itu berhasil meraih angka 20.391. Unggul hampir 3.000 poin dari IVO V5.
Xiaomi-Redmi-1S-Rating-Antutu
Hasil pengujian Xiaomi Redmi 1s dengan Antutu Benchmark.

Dual SIM card

Oleh IVO, smartphone ini diberikan kemampuan dual SIM card. Dimana keduanya merupakan jaringan GSM. Yang unik, pada slot SIM 1 telah mendukung jaringan 4G LTE. Karenanya, tentu saja pada slot ini diisi oleh Bolt. Pada slot SIM 2 hanya diberikan kemampuan untuk menjelajahi jaringan 2G saja.
Tetapi ada hal kecil yang harus Anda perhatikan. Jaringan 4G LTE milik Bolt, bagaimanapun cepatnya, belum dapat digunakan untuk berkomunikasi via telepon dan SMS. Sayang memang. Namun itulah alasan mengapa IVO V5 diberikan fitur dual SIM card. Jadi, Anda akan menggunakan jaringan 2G di slot SIM 2 untuk bertelepon dan SMS ria. Sedangkan untuk mendukung aktifitas online, Anda dapat menggunakan jaringan 4G LTE milik Bolt yang diletakkan pada slot SIM 1.

Kesimpulan

Seperti telah kami sebut sebelumnya, IVO V5 dibanderol seharga Rp 2,1 jutaan, tepatnya Rp 2.099.000 (menurut Blibli). Dengan banderol tersebut, IVO V5 sepertinya memang diplot untuk pasar menengah. Hal ini tampaknya menjadi salah satu senjata andalan Bolt demi meraih 1,5 juta pengguna di Jabodetabek.
Kami telah menyebutkan ada dua smartphone lain berspesifikasi yang mirip-mirip dengan IVO V5, yakni Moto G dan Xiaomi Redmi 1s. Dibandingkan IVO V5, kedua pesaingnya ini mampu ditekan harganya hingga tak sampai Rp 2 juta (Moto G Rp 1,9 jutaan – 8 GB dan Xiaomi Redmi 1s Rp 1,4 jutaan). Namun keduanya mampu menghadirkan performa yang sedikit di atas V5.
Sepertinya optimalisasi sistem operasi yang jadi sumber masalah. Seperti kita ketahui, Xiaomi menanamkan OS versinya sendiri – MIUI – pada Redmi 1s sehingga membuatnya lebih optimal dan bertenaga. Moto G sendiri merupakan salah satu smartphone terakhir karya Motorola ketika masih dibawahi oleh Google – sebelum berpindah tangan ke Lenovo awal tahun ini. IVO sepertinya belum menyadari pentingnya optimalisasi sistem operasi yang memanfaatkan Android yang open-source.
Satu lagi catatan yang harus diperhatikan, jaringan 4G LTE milik Bolt yang belum dapat digunakan untuk telepon dan SMS sedikit mengganggu kami. Mengapa? Karena seperti halnya sebuah smartphone dual SIM card lain yang menuntut keduanya untuk selalu aktif, hal tersebut akan menguras baterai dengan cepat. Kami sarankan untuk membawa powerbank saat beraktifitas karena saat kami mengujinya, IVO V5 termasuk smartphone yang tak kuasa menahan beban tersebut seharian. Tak hanya ketika digunakan untuk aktifitas, bahkan ketika didiamkan saja V5 termasuk smartphone yang boros.
Terakhir, apakah IVO V5 layak beli? Kami akan mengatakan ya. Karena dibalik semua kekurangan yang dimilikinya, smartphone ini adalah hasil anak bangsa sendiri di pabrik yang juga terletak di Indonesia. Selain itu, kecepatan jaringan 4G LTE dari Bolt juga amat menggiurkan.
Sebagai bonus, kami akan menampilkan dua buah hasil foto menggunakan kamera utama IVO V5 yang berkekuatan 8 megapiksel.
hasil-foto-ivo-v5-1
hasil-foto-ivo-v5-2

Plus

  • Didukung jaringan 4G LTE Bolt.
  • Harga yang ditawarkan cukup murah.

Minus

  • Material yang digunakan meninggalkan sidik jari pada body V5.
  • Baterainya boros.
Thanks for reading my news about [REVIEW] Bolt IVO V5 at my blog Custom Droid Rom if you want too share this article, please put the resource, and if you think this article is very usefully dont forget to bookmark this site with CTRL + D on your keyboard to web browser.

New and Hot Article's :

Note: only a member of this blog may post a comment.